RESENSI FILM I,ROBOT

Film I,Robot disutradarai oleh Alex Proyas asal Australia. Film ini diangkat dari buku berjudul yang sama yaitu (I,Robot) karya penulis Rusia, Isaac Asimov, film ini adalah film fiksi ilmiah dengan latar Chichago, Amerika Serikat pada tahun 2035. Ceritanya tentang sepak terjang seorang detektif dalam mengungkap sebuah kasus pembunuhan.

Smith berperan sebagai Del Spooner, detektif yang menyelidiki benar tidaknya sebuah robot menjadi pembunuh seorang ilmuwan pakar robot. Spooner juga harus mengungkapkan alasan robot yang diciptakan bukan untuk menyakiti manusia itu bisa berbuat kejam.

Di frase abadi Yogi Berra, I, Robot mungkin dapat dikatakan sebagai sebuah dejavu secara keseluruhan, tetapi dari sekian banyak cerita robot di film Hollywood yang luar biasa, baru  kali ini film ini benar-benar memberikan kejutan yang pintar dengan pemandangan yang sangat indah, dan alur yang menarik serta diperankan dengan baik pula.

Sebagai Del Spooner (Will Smith), seorang detektif polisi yang merasa tidak puas di tahun 2035 Chicago, Will Smith mungkin mengikuti jejak langkah usang dari Harrison Ford dan Blade Runner, tetapi dia melakukannya dengan luar biasa dan banyak memberikan kelucuan.

Para robot telah mengambil alih tugas kasar dari mengumpulkan sampah sampai pengantar FedEx, tetapi Spooner bukan bagian dari itu. Bukan hanya sebagai tempat Spooner dibentuk sebagaimana dirinya, hingga di titik di mana dia memakai jam weker kuno dan CD player kasar yang diaktifkan dengan model suara.

Spooner memiliki alasan yang cukup kuat, berupa kilasan-kilasan yang muncul dalam mimpi buruknya. Dia menjadi skeptis dengan jaminan keamanan oleh Three Laws of Rocotics (udang-undang untuk robot), dimana negara robot yang manapun tidak bisa melukai manusia, harus mentaati manusia, dan hanya bisa melindungi sendiri dengan mengikuti dua undang-undang yang pertama.

Dalam ceritanya, terdapat human error dalam pembuatan robot NS5, dimana robot-robot tersebut diciptakan untuk melanggar hukum-hukum yang telah ditetapkan. Sehingga munculah robot-robot perusak profesional yang sangat tidak patuh pada manusia. Untuk memperbaiki system tersebut, VIKI harus dihancurkan, dan cairan nanite harus disuntikan ke otaknya.

Sewaktu penemu robot ternama yang bijaksana Dr. Alfred Lanning (James Cromwell) diketemukan telah mati bunuh diri, dan meninggalkan serangkaian pesan hologram yang samar. Spooner dengan cepat mencurigai hasil penemuan terakhir, Sonny (yang diisi suaranya oleh aktor Inggris Alan Tudyk, yang juga meniru gerak-gerik karakternya yang dihasilkan dengan komputer model), robot yang memiliki kemampuan lebih dari robot yang biasanya dan lebih seperti manusia.

Ada psikolog robot yang jelita Dr. Susan Calvin (Bridget Moynahan), yang bertugas untuk membuat robot lebih manusiawi. Seorang supervisor yang membuat jengkel dan sekaligus membuat simpatik Spooner, Lt. John Bergin(Chi McBride) serta si seram yang bekerja dengan angkatan dibalik robot Lance Robertson (selalu kurang dihargai Bruce Greenwood).

Dan rupanya untuk sebab kependudukan, pembuat film telah melemparkan remaja pembuat onar yang berubah haluan jadi pahlawan (Shia LaBeouf) dan nenek Spooner (Adrian Ricard), yang berharap memenangkan robot untuknya sendiri di lotere.

Dr Susan Calvin adalah seorang di antara pemeran film yang menjadi kunci dia mengetahui semua rahasia, bisa melalui semua pintu, bisa memecahkan semua masalah dan membantu Spooner bergerak hampir di semua gedung pencakar langit dunia Robotic, yang kelihatannya berpenjaga luar biasa sakti. Ketika pada akhirnya mereka bersatu untuk melawan penjahatnya, dengan nyata membawa mereka ke tempat lain di mana karakter bisa teperdaya oleh ratusan kaki dan entah bagaimana menyelamatkan diri.

Tidak ada banyak kejutan sewaktu Spooner mengungkap satu persatu conspiracy menjadi titk klimaks yang penuh lainnya, serangan oleh seregu robot pada Spooner di terowongan mobil, sebuah doozy dengan kerumunan orang yang terorganisir, menyenangkan serta ketajaman visual.

Teknologi komunikasi yang dapat dilihat dari film ini adalah dalam penciptaan sebuah alat yang bernama proyektor hologram. Hologram bewarna hijau ini dapat memunculkan bayangan orang mati, dan diprogram seolah-olah orang mati tersebut dapat berkomunikasi dengan manusia dengan jawaban terbatas.

Jadi, teknologi robot dan system digital yang diciptakan oleh manusia bisa sangat membantu mempermudah pekerjaan manusia. Bisa juga sangat merugikan manusia, dan merusak kehidupan manusia jika terjadi kekacauan pada system. Selain itu dampak dari segi social ekonomi, teknologi tersebut dapat menambah pengangguran, dan mengurangi interaksi sesama manusia karena semua pekerjaan telah dilakukan oleh robot sehingga berkurangnya rasa saling ketergantungan sesama manusia.

3 thoughts on “RESENSI FILM I,ROBOT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s