Rekayasa Kriminalisasi KPK

A.Pendahuluan
Kekisruhan antara KPK, PORLI, dan Jaksa Agung diakibatkan adanya ketidakpastian hukum di indonesia. Hukum sudah tidak lagi berdasarkan rasa keadilan, ini menandakan hukum bekerja seperti mesin, banyak markus yang berkeliaran di setiap lembaga penegak hukum, banyak kasus hukum yang bisa di beli dengan mudahnya, mereka sudah lupa hukum itu untuk menegakan keadilan.
KPK sebagai lembaga penegak hukum, sudah sepantasnya kita dukung dengan sebisa mungkin. Dengan di bentuknya KPK, ini menandakan adanya rasa ketidakpuasan pemerintah dan masyarakat terhadap kinerja PORLI dan Jaksa Agung. Sejak di bentuknya KPK, banyak kasus korupsi yang terungkap, banyak pejabat tinggi yang masuk penjara. Selama ini kinerja KPK patut kita acungkan jempol.
Tetapi bagi seorang koruptor, kinerja KPK yang selama ini di anggap baik, bagi mereka itu menjadi sebuah ancaman, berawal dari sebuah kasus kedua pimpinan KPK Bibit dan Chandra Hamzah yang sedang menangani kasus korupsi 6 miliar pada sistem komunikasi radio di departemen kehutanan dengan tersangka bos PT Masaro Anggoro Wijaya, kedua pimpinan KPK ini di anggap menerima suap dan penyalahgunaan wewenang oleh polisi dan kejaksaan meskipun sampai sekarang bukti tersebut belum terungkap.

B.Isi
Upaya pelemahan KPK dari awal sudah mulai terlihat, sejak KPK melakukan penyadapan nomor telefon kabareskrim PORLI Susno Duaji dengan dugaan Susno menerima suap sebesar 10 milar dan melakukan pertemuan dengan tersangka Anggoro wijaya di Singapura, dari situ kekisruhan di mulai. Bagaikan menemukan jalan untuk melemahkan KPK, polisi dengan lantangnya bahwa KPK tidak bisa berbuat banyak dalam pemberantasan korupsi, polisi menganggap KPK sebagai cecak yang tidak berdaya jika berhadapan dengan polisi sebagai buaya nya.
Puncak dari kekisruhan ini adalah ketika kedua pimpinan KPK Bibit dan Chandra di masukan ke penjara dengan alasan untuk menjaga supaya tidak kabur dan supaya tidak menghilangkan barang bukti yang menunjukan keduanya bersalah. Kasus ini menjadi sorotan masyarakat banyak, dukungan dari berbagai sumber mengalir terus, temasuk dari jejaring sosial facebook yang mencapai satu juta orang.
Sekarang, kasus ini mulai menemui titik terang. Dengan di putarnya rekaman pembicaraan di MK antara adik buronan KPK Anggodo Wijaya dengan petinggi kejaksaan dan antek-anteknya, dugaan rekayasa semakin jelas. Dari rekaman itu, telah di susun sebuah sekenario besar untuk membuat KPK semakin lemah dan seakan kedua pimpinan KPK itu bersalah. Baru dari situ suatu kebenaran akan mulai terungkap, apalagi presiden dengan membentuk TPF yang di harapkan bisa mencari kebenaran dari kasus ini.
Porli dan Jaksa Agung jangan merasa malu untuk mengakui kalau kasus ini hanya sebuah rekayasa belaka, dari sini kredibilitas polisi dan jaksa agung di pertaruhkan. Apalagi dengan adanya temuan dari tim 8 yang sudah membuat kesimpulan sementara bahawa kasus ini sangat lemah di mata hukum dengan tidak adanya bukti yang kuat, dan adanya mising link dalam aliran dana itu.

C.Kesimpulan
Menurut saya, agar kasus ini tidak menjadi sorotan dunia, kaporli dan kejagung sudah sepantasnya menerima masukan dari tim 8 dengan lapang dada dan menghentikan kasus ini, atau kalau perlu mundur dari jabatan sebagai kaporli dan kejangung, itulah contoh pemimin yang gentelmen, karena dengan demikian berarti penegakan hukum di Indonesia sudah berjalan.
Sudah saatnya pemerintah melakukan reformasi birokrasi di ketiga lembaga hukum itu di lakukan dari sekarang, agar terciptanya tatanan hukum yang kuat dan tidak memihak, sehingga terciptanya sebuah pemerintahan yang kuat, adil, sejahtera, dan bersih dari mafia hukum.

1. KALIMAT YANG BAIK DAN BENAR.
a.Rumah tua itu harus diperbaiki dengan segera oleh Pak Widhi.
b.Mereka akan membersihkan ruangan ini.
c.Pameran itu akan dibuka oleh Ibu gubernur.
d.Terbendungnya sungai itu disebabkan oleh tanah longsor.
e.Ida sedang membuatkan kopi untuk Kakeknya.
2. KALIMAT YANG BENAR TAPI TIDAK BAIK.
a. Sudah setahun lamanya anak itu terlantar di jalanan.
b. Anak itu akhirnya tidak lulus kuliah karena dia tidak menuruti naehat orang tuanya.
c. Anggoro Wijaya menjadi target utama polisi karena sudah melakukan korupsi.
d. Rina mencontek saat ujian.
e. Mobil itu lama sekali jalannya.
3. KALIMAT YANG TIDAK BAIK DAN TIDAK BENAR.
a. Ibu menyuruh mencuci piring.
b. Bibi masak nasi lama sekali.
c. Anak itu terjun menuju sungai.
d. Pakaian itu banyak nodanya.
e. Ayah ke pasar dengan ibu untuk membeli ayuran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s