MUDIK LEBARAN

Jumat tanggal 28 september 2009 merupakan hari yang sudah di nanti-nanti sejak lama akhirnya tiba juga. Mungkin tidak hanya saya sendiri, tetapi sebagian orang juga pasti merasakan hal yang sama seperti yang saya rasakan waktu itu. Tidak seperti hari-hari biasanya, hari itu langit begitu sangat cerah, udara yang begitu sejuk di sertai angin spoi-spoi seakan tahu kalau suasana hati saya saat itu begitu sangat bahagia.
Sehari sebelumnya, pemerintah indonesia sudah memberikan pernyataan, meskipun baru sebatas wacana tetapi sudah bisa dipastikan hampir pasti jadi kenyataan bahwa hari raya idul fitri akan jatuh pada hari minggu tanggal 20 september 2009, tentu itu menjadi suatu berita yang sangat menggembirakan buat saya karena bisa mempercepat waktu untuk pulang ke rumah atau sering di sebut ‘’mudik’’.
Mudik bagi sebagian orang mungkin tidak begitu penting, tetapi bagi saya itu sudah menjadi hal yang sudah biasa dilakukan, apalagi jarak rumah orang tua saya sangat jauh dengan lokasi kampus tempat saya menimba ilmu, faktor itulah yang membuat saya diharuskan untuk mudik. Sudah hampir tujuh bulan lamanya, saya sudah tidak pulang ke rumah, karena selain tugas kuliah yang banyak, waktu buat libur panjang juga belum ada. Dan saat ini waktu yang tepat untuk pulang ke kampung halaman tercinta saya.
Tepat pukul 08.00 saya sudah siap untuk berangkat mudik, dengan membawa tas yang di dalamnya banyak barang-barang bawaan khusunya untuk keperluan saya selama di kampung, lumayan berat, tetapi saya tidak begitu menghiraukannya, yang terfikir di hati saya waktu itu pengen cepat-cepat nyampe kampung halaman supaya bisa bertemu dengan orang tua saya, adik, kakak, saudara-saudara saya yang lain serta teman-teman saya semasa kecil, sunggguh saya sangat merindukannya.
Setibanya di terminal, saya langsung naik bis jurusan Devok-Sukabumi, meskipun berdesak-desakan dengan penumpang yang lain, tapi buat saya tidak masalah, saya sengaja duduk di kursi paling depan, selain untuk memudahkan melihat pemandangan di sepanjang jalan, dengan duduk di kursi paling depan setidaknya saya bisa langsung melihat tanah kelahiran saya Sukabumi. Tiga jam lamanya perjalanan Devok-Sukabumi, lumayan lama, tetapi dengan perasaan yang sangat senang, semua itu terasa sebentar, tepat pukul 11.30 bis yang saya tumpangi nyampai juga di kota Sukabumi. Dengan buru-buru, saya langsung turun dari bis, di teminal sudah ada kakak saya yang jemput. Dengan perasaaan senang, terharu, dan bahagia, akhirnya saya nyampe di rumah dengan selamat.
Sesampainya di rumah, saya langsung di sambut oleh kedua orang tua serta adik saya, bak seperti seorang ratu yang baru naik tahta, begitu istimewanya perlakuan kedua oran tua saya terhadap saya, sungguh sangat bahagia. Banyak cerita yang saya ceritakan kepada kedua orang tua saya, dimulai dari cerita di kampus, di tempat kos, sampai cerita yang bersifat pribadi juga tidak terlewat untuk di ceritakan kepada kedua orang tua saya tercinta.
Tepat hari minggu, hari yang dinanti-nantikan oleh berjuta-juta umat muslim di seluruh dunia akhirnya tiba, idul fitri itulah hari yang sangat istimewa bagi saya dan umat muslim yang lainnya, setelah sebulan lamanya kita melakukan ibadah puasa dengan harus menahan rasa lapar, haus dan nafsu, pada tanggal 22 september 2009 seluruh umat muslim merayakan hari kemenangan. Setelah melakukan perjuangan yang cukup berat, hari itu kita semua kembali kepada fitrah kita sebagai manusia.
Hari minggu, hari yang sangat istimewa buat saya, selain saya bisa berkumpul bersama keluarga besar saya, saya juga bisa silaturahmi dan bermaaf-maafan dengan orang tua saya, keluarga saya yang lain, teman-teman saya dan warga yang ada di kampung saya. Sungguh sangat istimewa bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan mereka.
Selama di rumah, banyak hal yang saya lakukan. Terutama berkumpul dengan teman-teman lama, saya bisa bercerita dan bertukar pikirin serta pengalaman dengan mereka. Banyak hal yang menarik dari cerita mereka yang bisa saya ambil, di mulai dari pengalaman hidup, pengalaman bermain dan masih banyal lagi yang lainnya. Di rumah saya bisa bernostalgia dengan teman-teman lama saya, kami bisa bermain dengan sepuasnya, bisa bermain di pantai, bsa jalan bareng, dan bisa makan bareng, seperti kebiasaan kami waktu kecil sungguh sangat menarik apabila untuk di kenang.
Tidak terasa seminggu lamanya saya berada di kampung halaman saya, dan sudah saatnya saya harus kembali ke Devok untuk melakukan aktifitas seperti biasa yaitu kuliah.
Tanggal 26 september 2009, tanggal yang begitu cepat buat saya. Karena tanggal itu saya harus sudah pulang ke tempat saya menimba ilmu. Dengan perasaan yang begitu berat, akhirnya pada hari itu juga saya kembali ke Devok, dengan naik bis jurusan Sukabumi-Devok.
Tiga jam kemudian, akhirnya saya nyampe di tempat tujuan, meskipun dengan perasaan dan hati yang masih berat untuk meniggalkan kampung halaman, tetapi semua itu harus saya lakukan demi sebuah cita-cita dan demi keluarga saya serta orang-orang yang sayang kepada saya.
Banyak pengalaman dan kisah cerita yang saya dapatkan selama berada di kampung halaman saya, saya merasa dekat dengan keluarga saya, teman-teman saya, serta kerabat-kerbat saya yang lain. Semua itu akan selalu terkenang di hati saya dan semuanya akan saya jadikan sebuah kisah yang akan selalu saya ingat sampai kapanpun.
Tidak terasa hari pertama masuk kuliah sudah hampir dimulai, dan saya harus sudah siap untuk belajar dan terus belajar demi sebuah cita-cita. Hari senin tanggal 28 september 2009 merupakan hari pertama kuliah di mulai, meskipun suasana liburan dan suasana rumah masih melekat di hati dan pikiran saya, tetapi saya harus siap untuk belajar.
Sesampainya di kampus, teman-teman saya sudah pada datang, meskipun tidak semuanya, karena mereka masih ada sebagaian yang masih di rumahnya, apalagi bagi mereka yang rumahnya berada di luar daerah, tentunya membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk kembali ke tempat kampus. Suasana kampus memang sangat berbeda tidak seperti biasanya, suasana kampus yang sangat sepi, karena mahasiswa yang lainnya belum pada datang, apalagi di tambah jam pelajaran yang begitu sangat membuat saya ngantuk, tetapi saya bersukur bisa berkumpul lagi dengan teman-teman kampus yang pada kocak, dan sangat saya banggakan.
Saya bisa cerita pengalaman saya sewaktu di rumah kepada teman-teman saya, meskipun tidak semua hal saya ceritakan kepada mereka. Mudik yang sangat menarik, mengharukan, dan menyenangkan, cerita itulah yang bisa saya gambarkan selama saya mudik ke kampung halaman saya, dan semoga tahun berikutnya saya masih bisa merasakan suasana mudik seperti hal biasa yang saya lakukan bersama orang-orang. Semoga!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s