Sinopsis Cerpen “Bunga Yang Tak Sempat Mekar”

Cerpen ‘’ Bunga Yang Tak Sempat Mekar ’’ mengisahkan cerita tentang cinta yang tak sempat mekar, meskipun keduanya (Zahro & Aditia) sama-sama saling mengagumi. Cerita ini terjadi di sebuah terminal bis tepat pukul 12:30 siang, di awali dari seorang gadis yang bernama ‘’Zahro’’ yang sedang menunggu bis jurusan Surabaya. Setelah sempat menunggu lama, tak lama kemudian terdengar ada suara laki-laki yang mengucapkan salam, dan ternyata laki-laki itu yang selama ini dia (Zahro) kagumi dan yang paling teristimewa dalam hatinya.
Mulai dari pertemuan itulah awal dimulainya cerita mereka. Mulai dari nanya tempat tujuan, penempatan tempat duduk di dalam bis, sampai dengan pertemuan mereka dengan Sarum (calon istrinya Akhun). ‘’Akhun’’ itulah sapaan Zahro pada laki-laki itu. Perkenalan mereka yang luar biasa, di mana Zahro selalu tersenyum ketika setiap kali melihat laki-laki yang selama ini dia kagumi telah berada di hadapannya, tak lama kemudian bis yang mereka nantikan telah datang, dan mereka pun masuk ke dalam bis tersebut.
Setibanya di dalam bis, tidak banyak kata yang mereka ucapkan hanya suara mesin mobil yang mereka dengar. Jam demi jam telah mereka lewati menuju perjalan ke Surabaya yang melelahkan, tiba-tiba Akhun (sapaan laki-laki itu) berkata kepada Zahro, ‘’Kenapa panggil aku akhun, seraya tersenyum, Zahro pun menjawab Akhun artinya ‘’Kakak’’ jawaban singkat itu yang keluar dari mulut Zahro. Tak lama kemudian Akhun berkata lagi, ‘’Sungguh indah ciptaanNya, aku pernah mengaguminya bahkan sampai saat ini, dia begitu indah membuat ku merasa damai menatapnya’’ kata-kata itulah yang sempat keluar dari mulut laki-laki itu selama di dalam bis tersebut. Zahro pun terdiam dan sempat memikirkan ucapan yang keluar dari mulut laki-laki itu tadi.
Waktu berjalan begitu cepat, dan kota Surabaya pun sudah di depan mata. Akhirnya mereka sampai ketempat tujuan di terminal bungur asih, tiba-tiba Akhun berkata mungkin kebersamaan kita sampai di sini katanya sambil menatap Zahro dalam. Iya Akhun semoga kita bisa berjumpa seperti ini lagi Zahro pun menjawab singkat, kemudian Akhun memegang erat tangan Zahro dan mereka pun turun dari bis yang mereka tumpangi. Tak lama setelah itu, datanglah seorang wanita semampai putih, dengan celana jins, serta baju hem nya, tak lupa pula tas berwarna hitam terlihat di tangannya. Kemudian wanita itu menghampiri mereka, sambil mengucapkan salam kepada mereka. Zahro pun terdiam kaget sambil bertanya dalam hatinya Siapkah wanita itu?
Pada akhirnya Akhun memperkenalkan wanita itu pada Zahro, Sarum (nama wanita itu) yang merupakan calon istri dari Akhun. Keduanya akan segera menikah pada tanggal 26. Mendengar berita itu Zahro tidak bisa berkata apa-apa, mengucapkan selamat aja tidak keluar dari mulutnya sedikit pun, yang ada di dalam perasaanya waktu itu rasa tidak percaya, bahkan dia (Zahro) sempat tak kuasa untuk berdiri.
Akhun pun menceritakan rencana pernikahannya itu kepada Zahro, dan mereka pun mengundang Zahro untuk hadir pada acara pernikahannya itu. Kemudian Sarum pun mengajak Akhun untuk pergi karena kedua orang tua Sarum sudah menuggu mereka. Akhun pun berpamitan pada Zahro, tapi sebelum dia pergi, tiba-tiba dia berkata pada Zahro, Nama ku bukan Akhun tapi Aditia dan aku menyukai bunga seperti yang aku maksud dalam cerita ku tadi, katanya sambil pergi. Zahro pun hanya bisa terdiam sambil menatap kepergiannya, dan ketika itu pula dia baru bisa memahami kata-kata yang diucapakan Aditia kepadanya. ZAHRO yang berarti ‘’BUNGA’’dan mungkin aku memang BUNGA nya yang tak sempat mekar buat dia, kata Zahro sambil meneteskan air matanya.
Tanpa terasa waktu pertemuan yang begitu singkat, memberikan kesan yang sangat mendalam buat Zahro, dan dia pun bersyukur meskipun semua itu hanya sekejap.
Kisah klasik ini di ringkas dengan bahasa yang sangat mudah di pahami oleh pembaca, di sajikan dengan bahasa yang sederhana sehingga di harapakn bisa di ambil intisari dari cerpen ini khususnya buat kita yang menikmati cerita ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s