HARI IBU

mam nd me Teringat dari kata-kata seorang sahabat yang pernah di ucapakan kepada saya, ‘’Seorang ibu   bisa memelihara dan merawat 10 orang anak, tapi 10 orang anak belum tentu bisa memelihara dan merawat seorang ibu’’. Kata yang sangat bijak, apabila setiap orang bisa mencermati kata-kata seperti itu mungkin kasus yang sering terjadi pada jaman sekarang khususnya pada seorang ibu tidak akan pernah terjadi.
Hari ibu selalu diperingati pada tanggal 22 Desember, ini tidak lepas dari jasa pahlawan kita yaitu Dewi Sartika yang memperjuangkan pendidikan untuk kaum hawa. Pada jaman dahulu khususnya pada saat Negara indonesia masih berada di bawah penjajahan bangsa asing, kaum hawa selalu menjadi bahan cacian dan makian bagi para penjajah, bahkan tidak sedikit dari mereka yang di jadikan sebagai pemuas nafsu bagi penjajah. Sungguh suatu hal yang sangat memperihatinkan bagi kita sebagai bangsa yang di warisi norma dan tatakrama yang baik oleh para nenek moyang kita. Maka dari itu, Dewi Sartika berjuang untuk membuat kaum Hawa sama kaya kaum Adam yang memiliki pendidikan yang layak dan perlakuan yang sama seperti kaum Adam yang lainnya.
Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin maju, di sertai arus globalisasi yang semakin merajalela, pada jaman sekang tidak sedikit yang melupakan jasa-jasa seorang ibu, bahkan tidak sedikit kasus yang terjadi antara ibu dan anak. Banyak anak yang sudah berani membunuh ibunya, bahkan memperkosanya, kekerasan pada seorang ibu sudah menjadi hal yang banyak kita jumpai, baik lewat media surat kabar, elektronik bahkan secara langsung kita mengetahuinya. Padahal seorang ibu harus kita hormati, harus kita jaga. Ibu yang sudah melahirkan kita, ibu yang sudah berjuang melawan kematian pada saat melahirkan, bukan kita menghardiknya dengan kata-kata yang kasar, bahkan kalau sampai tega membunuhnya, nauzdubilah.
Sudah menjadi pemandangan yang sangat memperihatinkan bagi kita, apabila setiap kali mendengar dan melihat berita yang di tanyangkan lewat media elektronik selalu ada berita anak membunuh ibunya atau seorang suami melakukan kekerasan pada istrinya. Padahal Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Bukan untuk disakiti, tetapi untuk dilindungi dan dikasihi. Karena semua manusia terlahir dari rahim seorang perempuan. Ketika mereka menyakiti perempuan maka dia sama saja dengan menyakiti ibunya.
Melalui peringatan hari ibu ini, diharapkn kita sebagai orang yang terlahir dari rahim seorang ibu harus bisa selalu menjaga kehormatannya, melindunginya, menyayanginya dan selalu memberikan yang terbaik bagi ibu kita. Beliau yang selalu berjuang tanpa kenal lelah demi anak-anaknya yang beliau cintai, dan beliau jugalah sumber dari segala infirasi dan motivasi bagi kita apabila kita sebagai anaknya berada dalam kesusahan. Jasa seorang ibu tidak akan pernah ternilai harganya, kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah terukur oleh apapun. Sudah sepantasnya kita selalu menyayangi ibu kita.
Selain yang telah di sebutkan di atas, melalui hari ibu ini, kita jadikan sebagai refleksi atas semua kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan pada seorang ibu, semoga kedepannya kita bisa menjadi anak yang saleh, anak yang bisa menghormati ibunya, dan bisa mnjadi kebanggaan seorang ibu.Amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s