CARUT MARUT UJIAN NASIONAL 2010

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.
Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang di tetapkan berdasarkan tahap perkembangan peserta didik, tujuan yang ingin di capai dan kemampuan yang di kembangkan. Jenjang pendidikan itu di antaranya adalah :
a. Pendidikan anak usia dini
b. Pendidikan dasar
c. Pendidikan menengah
d. Pendidikan tinggi.
Untuk dapat melaksanakan semua pendidikan tersebut, peran serta pemerintah dan masyarakat sangat di butuhkan, terutama pemerintah. Pemerintah harus mengimbanginya dengan materi yang di sajikan harus sesuai dengan nilai-nilai hidup, dan harus sesuai dengan kebutuhan akan dunia kerja. Selain itu kurikulum yang di sajikan juga harus mampu bersaing dengan dunia internasional.
Dalam kenyataannya, pendidikan yang ada di Indonesia tidak di sajikan nilai hidup, sehingga bangsa indonesia menjadi kacau balau seperti sekarang ini. Di tambah lagi dengan adanya ujian nasional yang membuat siswa menjadi takut, bahkan bukan hanya siswa saja, orang tua, guru, dan masyarakat mengalami hal yang sama. Tetapi pemerintah tetep kekeuh dengan pendiriannya melaksanakan ujian nasional tahun 2010.
Masih segar di ingatan kita, seminggu yang lalu semua siswa dan siswi baik SMA atau SMK dan sederajatnya serempak melaksanakan ujian nasional. Mereka dengan rasa ketakutan dan dengan pikiran yang cemas melaksanakan ujian nasional yang di laksanakan selama lima hari. Pada prosesnya masih banyak kekurangan dan pelanggaran yang terjadi di lapangan. Baik itu soal ujian yang ketuker, bahkan bocoran jawaban bisa dengan mudahnya di dapat oleh siswa. Pada saat ujian nasional kemarin banayak sekalai pelanggaran-pelanggaran, bahkan pelanggaran yang di laporkan oleh tim advokasi ujian nasional bisa mencapai 809 jenis pelanggaran. Sungguh sangat miris jika kita melihat pelanggaran sebanyak itu. Pemerintah melaksanakan ujian nasional memiliki tujuan yaitu agar standar pendidikan di negara kita bisa setara dengan negara lain, paling tidak bisa menyamai prestasi negara-negara tetangga kita. Padahal kalau kita boleh menilai ujian nasional bisa di laksanakan dengan tertib, tentunya harus di mulai dari kepanitian yang lebih baik dan persiapan yang lebih matang.
Ujian nasional bukan menjadi tolak ukur dari kelulusan siswa, hal ini di tegaskan juga oleh menteri pendidikan nasional Mohammad Nuh. Dia menambahkan bahawa kelulusan siswa tidak hanya tergantung pada hasil akhir ujian nasional. Kelulusan tetap diambil berdasarkan empat syarat kelulusan yang sudah diatur dalam PP tersebut. “Pertama, siswa sudah merampungkan semua proses pembelajaran. Yang kedua, lulus pelajaran tata krama dan budi pekerti. (Ketiga), lulus mata pelajaran yang diujikan di sekolah. Keempat, lulus UN,” ujar Mendiknas. Pemerintah melaksanakan ujian nasional sesuai dengan PP nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan.
Pada tahun 2010 badan standar nasional menaikan syarat kelulusan yaitu dari asalnya 5,25 tahun 2009 dan sekarng menjadi 5,50. Kenaikan tingkat kelulusan UN secara umum menujukan peningkatan standar pendidikan nasional mengalami kenaikan di beberapa daerah. Selain itu, kenaikan standar UN juga akan dipertimbangkan dari beberapa aspek, antara lain standar isi, standar kompetensi lulusan, standar pendidik, dan standar proses. Mungkin belum menetapkan besaran kenaikan standar kelulusan UN pada 2010.
Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan khususnya di Indonesia yaitu:
1. Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan.Dalam hal ini,interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
2. Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya. Dimana,masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.
Kedua faktor tersebut yang nantinya dapat membantu para siswa-siswi indonesia untuk siap menghadapi Ujian Nasional 2010 yang tahun ini naik menjadi 5,5. Selain faktor di atas, kesiapan dari seluruh stekholder setempat sangat memeperngaruhi tingkat pencapaian dari ujian nasional tahun ini, sehingga dengan adanya peran serta dari pemerintah setempat dan kerjasama antar masyrakat UN tahun depan insayalah bisa lebih baik. SEMOGA…….:-))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s