PENOMENA MARKUS DI TUBUH PORLI, KEJAKSAAN DAN DIJRJEN PAJAK

korupPolri dan kejaksaan seyogyanya menjadi alat ukur bagi penegakan hukum di Indonesia dan sebagai ponding father bagi lembaga hukum lainnya. Tetapi baru-baru ini seluruh warga negara Indonesia di kejutkan oleh pengakuan seorang perwira tinggi berpangkat komjen, dia mengatakan bahwa di tubuh polri ada “MARKUS” atau makelar kasus yang selama ini berkeliaran bebas. Bahkan jenderal terebut mengatakan bahawa ada dua orang perwira tinggi berpangkat brigjen yang terlibat markus pengelapan pajak tersebut sebanyak 25 milyar. Sontak berita tersebut membuat petinggi polri kebakaran jenggot, mereka langsung berlomba-lomba membuat konfrensi pers menyangkal semua tuduhan yang di ungkapkan oleh sang jenderal itu. Tidak hanya polri, kejaksaan yang semula menangani kasus itu mereka dengan santainya membantah tuduhan tersebut. Bahkan jenderal yang membuat berita itu langsung di laporkan ke bareskrim mabes polri dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.
Selang beberapa hari setelah mendapatkan laporan tersebut, sang jenderal pun ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah. Tetapi seiring dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit kasus penggelapan pajak itu mulai terungkap setelah satgas anti mafia berkordinasi dengan dirjen pajak, kejaksaan dan polri. Kedua penegak hukum itu beraksi cepat dengan menemui tersangka pengelapan pajak yang bernama gayus tumbun, mereka cuma menanyakan kebenarannya. Setelah itu sang tersangka pun di biarkan begitu saja sehingga “Dia” sampai sempat buron dan kabur ke negara tujuan Singapura.
Sekarang, kasus tersebut sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat, di mulai dari di non aktifkannya pegawai pajak yang menjadi rekanan gayus tambun, selain pegawai pajak, perwira polri juga sudah ada yang menjadi tersangka, bahkan jenderal yang semula di sebut-sebut menjadi makelar kasus telah di copot dari jabatnnya sebagai kapolda lampung. Tinggal satu jenderal lagi yang masih dalam tahap pemeriksaan.
Penomena di atas, itu bukan suatu hal yang tabu atau bukan suatu hal yang baru terjadi di tubuh polri, kejaksaan dan dirjen pajak tetapi sejak polri masih menyatu dengan TNI kasus seperti ini sudah sering terjadi. Memang korupsi sudah mendarah daging bagi para pejabat di negeri kita, bahkan tidak hanya pejabat tinggi yang sering melakukan korupsi, pejabat rendah juga sering melakukan korupsi, contohnya dalam hal korupsi wakktu dll. Tidak salah kalau dalam peringkat terbaru negara kita menjadi salah negara terkorup di dunia di bawah Filipina. Sebuah pukulan yang sangat berat bagi pemerintahan sekarang, di tengah giat-giatnya pemerintah sedang melakukan reformasi birokasi dengan tujuan untuk menciptakan sebuah pemerintahan yang bersih dan sejahtera demi kemajuan bangsa. Tetapi pada kenyataannya masih banyak parasit-parasit korupsi yang menghambat program pemerintah.
Reformasi birokrasi memang harus di lakukan secara terus menerus di semua lembaga tinggi negara, baik di polri, kejaksaan, dirjen pajak, bahkan di wakil rakyat sekalipun, semua lembaga negara bahkan perusahan swasta pun harus di reformasi birokrasinya biar tercapai suatu tatanan pemerintahan yang baik dan bersih.
Kita memang perlu berterima kasih kepada komjen Susno duaji yang telah berani membuka markus pajak di tubuh polri, kejaksaan dan dirjen pajak. Apa jadinya kalau “Dia” sampai gak berani berkata seperti itu, mungkin para koruptor bisa dengan lebih leluasa dan lebih gila lagi menghabiskan uang rakyat. Kita patut acungkan jempol atas keberanian sang jenderal, karna dia bisa menjadi kunci untuk membongkar kasus-kasus korupsi yang lebih besar lagi. Tunjukan keberanian mu JENDERAL kami semua rakyat Indonesia menanti kejutan selanjutnya……^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s