Kumpulan Puisi

Sadarkah (1)

Kita mengejat pada tanah

Serentak menghentak menggarang di jidat-jidat akar

Kita melirik mengusik angin

Sekongkol pelik, setitik-setitik melilit

Kita berangkulan,

Padahal saling mencabik

Kita memuja, lembayung yang paling senja

Sadarkah,

Angin, hujan dan  petir mencibir kita?

Mencintaimu Penyair (2)

Mencintaimu adalah misteriku penyair

Kau datang, aku pergi

Kau datang lagi, aku pergi lagi

Aku yang datang, kau yang pergi….

Bak novel saja alur kita. Di taman kita berjumpa, taman berselubung misteri dengan lorong bawah tanahnya

Amsal, perjumpaan kita

Misteri yang lari-lari katamu, Ah kau mash seperti yang dulu

Malam Penghabisan (3)

Malam itu penghabisan air mataku

Sudah tak ku harap lagi

Permintaan maafmu,

Dan ku hapus semua kutukku

Kuminta pada Tuhan,

Biar melembut hatimu

“Sayangi dia Tuhan….” kataku.

Dan ketika aku lelah

Melangkah semakin jauh

Meninggalkan pendar-pendar kisah itu

Kudengar, kau yang mengutuk diri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s